
Pemanfaatan air recycle atau air daur ulang semakin banyak diterapkan di gedung perkantoran, kawasan industri, rumah sakit, hingga perumahan modern. Di tengah isu kelangkaan air bersih, sistem daur ulang air menjadi solusi penting untuk efisiensi dan keberlanjutan. Namun, satu pertanyaan krusial sering muncul: standar kualitas apa yang seharusnya digunakan untuk air recycle? Apakah cukup memenuhi standar higiene sanitasi, atau harus mengikuti baku mutu air kelas 1?
Jawaban atas pertanyaan ini tidak bisa disamaratakan, karena sangat bergantung pada tujuan penggunaan air tersebut.
Air recycle adalah air bekas pakai (greywater maupun wastewater) yang telah melalui proses pengolahan fisik, kimia, dan biologis sehingga dapat digunakan kembali. Air ini umumnya dimanfaatkan untuk:
Kualitas air recycle dikontrol melalui parameter utama seperti kekeruhan, BOD, COD, logam berat, serta kandungan mikroorganisme (E. coli, total coliform).
Standar higiene sanitasi digunakan untuk air yang tidak dikonsumsi, namun masih berpotensi bersentuhan dengan manusia secara tidak langsung. Fokus utamanya adalah memastikan air:
Standar ini umumnya cukup untuk penggunaan:
Dari sisi teknis, air dengan standar higiene sanitasi biasanya hanya memerlukan proses filtrasi, pengolahan biologis, dan desinfeksi (klorin, UV, atau ozon).
Baku mutu air kelas 1 merupakan standar kualitas tertinggi dalam klasifikasi sumber air. Air dengan kelas ini layak digunakan sebagai:
Parameter pada air kelas 1 sangat ketat, mencakup:
Untuk mencapainya, air recycle harus melalui teknologi lanjutan seperti ultrafiltrasi, reverse osmosis, activated carbon, serta sistem desinfeksi berlapis.
Pemilihan standar harus selalu berbasis peruntukan:
Menerapkan standar terlalu rendah berisiko pada kesehatan, sedangkan menerapkan standar terlalu tinggi untuk fungsi sederhana akan menyebabkan pemborosan investasi dan energi.
Kesalahan dalam menentukan standar kualitas dapat menyebabkan:
Oleh karena itu, perencanaan sistem air recycle harus diawali dengan analisis risiko paparan manusia, tujuan penggunaan, serta kewajiban regulasi yang berlaku.
Standar kualitas air recycle tidak bisa diseragamkan.
Dengan memahami perbedaan kedua standar ini, pengelola gedung, industri, dan perencana sistem air dapat membangun instalasi daur ulang air yang aman, efisien, patuh regulasi, dan berkelanjutan.
