Desalinasi sebagai Sumber Air Bersih di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia. Terbentang dari Sabang sampai Merauke, garis pantai Indonesia diukur minimal 54.000 km, dengan beberapa klaim sepanjang 108.000 km. Jumlah yang cukup tinggi ini membuat Indonesia setidaknya masuk dalam 4 besar negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Dengan paparan air laut yang begitu tinggi, desalinasi menjadi salah satu cara yang layak untuk menghasilkan air bersih.

Desalinasi adalah proses membuat air asin menjadi air tawar dengan cara sederhana menghilangkan garam dari badan air. Proses pemisahan dari air asin akan membuat aliran air tawar, dan aliran air asin (air asin berkonsentrasi tinggi). Suatu air dikatakan “garam” jika konsentrasi garam atau mineral lainnya (diukur dengan konsentrasi Cl-) lebih dari 1.000 ppm (parts per million), sedangkan air laut sekitar 35.000 ppm. Air tawar, di sisi lain, konsentrasi garamnya di bawah 150 ppm.
 

Bagaimana cara melakukan desalinasi?


Pada prinsipnya desalinasi dapat dilakukan dengan dua jenis proses; distilasi dan filtrasi. Penyulingan sendiri telah digunakan selama ribuan tahun oleh para pelaut Yunani untuk menghasilkan air dari air laut, sedangkan orang Romawi menggunakan lempung penyaring untuk memisahkan garam dari air. Sampai saat ini, kita masih dapat menemukan pendekatan modern terhadap dua konsep desalinasi ini.

Dalam proses berbasis distilasi, air tawar diperoleh melalui metode penguapan dan menjebak kondensat sebagai produk air tawar. Salah satu aplikasi modernnya adalah Multi-stage Flash (MSF). MSF beroperasi dengan "mem-flash" sebagian air menjadi uap dalam beberapa tahap yang pada dasarnya merupakan penukar panas arus berlawanan. MSF sendiri banyak digunakan dan telah menyumbang sekitar 26% dari semua air desalinasi di dunia. Namun kelemahan MSF ini adalah biaya operasi yang cukup tinggi dan memerlukan kondisi khusus untuk mencapai kelayakan ekonominya, terutama dibandingkan dengan teknologi Reverse Osmosis (RO). Teknologi berbasis distilasi populer lainnya adalah MED (Multiple-effect Distillation) dan VCD (Vapor Compression Distillation).

Dalam proses berbasis filtrasi, air tawar diperoleh melalui cara “menyaring” garam dari air menggunakan membran. Proses utama untuk desalinasi dalam hal kapasitas terpasang dan pertumbuhan tahunan adalah Reverse Osmosis (RO) berbasis filtrasi. Reverse Osmosis adalah proses memaksa pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut tinggi melalui membran semi-permeabel ke daerah konsentrasi zat terlarut rendah dengan menerapkan tekanan melebihi tekanan osmotik. Aplikasi dalam desalinasi adalah pemisahan air murni dari air laut dengan menekan sisi konsentrasi garam yang tinggi, menyebabkan air tawar muncul dari sisi lain. Proses ini membutuhkan tekanan tinggi dan oleh karena itu penggunaan energi yang tinggi. Tetapi dengan pasar yang berkembang dan peningkatan teknologi, efisiensi RO semakin baik dari waktu ke waktu.
 
 

Mengapa kita membutuhkan desalinasi?


Desalinasi adalah cara yang relatif mahal untuk menghasilkan air bersih dibandingkan dengan mengumpulkan dan mengolah dari sumber air tawar (sungai, danau, mata air, air tanah, dll.), yang sangat melimpah di Indonesia. Namun, kurangnya infrastruktur untuk mengolah air membuat banyak rumah tangga bahkan bisnis lebih memilih untuk menggunakan air tanah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, terutama di daerah yang sangat padat seperti Jakarta, juga menurunkan kualitas air tanah yang digunakan. Di Jakarta, diperkirakan permukaan tanah turun 10 cm per tahun, sebagian karena sekitar 10 juta sumur dalam untuk mengambil air tanah di sekitar Jakarta.

Masalah lainnya adalah kualitas sungai yang sangat bergantung pada pasokan air bersih. Akibat rendahnya kualitas air sungai, biaya pengolahan air baku menjadi air bersih pun juga meningkat. Ditambah lagi dengan mahalnya biaya pemasangan perpipaan dan pemeliharaan untuk mendistribusikan terutama ke daerah-daerah yang jauh dari instalasi pengolahan air.
Faktor geografi adalah salah satu masalah untuk distribusi air. Beberapa pulau kecil terlalu jauh untuk dijangkau dari pulau-pulau daratan dengan perpipaan dimana masyarakat terpaksa harus membeli air dengan harga yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan ketergantungan pada air permukaan, sebagian besar dikumpulkan dari hujan.

Saat ini, selain menggunakan teknologi IPAL ( Instalasi Pengolahan Air  Limbah ) sebagai upaya dalam menciptakan air bersih, proses desalinasi ini sendiri juga banyak digunakan di pabrik-pabrik diseluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Proses ini juga digunakan di banyak pulau, meskipun dalam kapasitas yang lebih kecil. Penggunaannya masih terbatas karena fasilitas dan perawatannya yang mahal, meskipun inovasi pada membran dan teknologi telah membuatnya lebih murah selama bertahun-tahun. Namun terlepas dari semua kendala tersebut, desalinasi air laut sebagai salah satu sumber air bersih penting untuk mengurangi tekanan pada penggunaan air permukaan dan air tanah.
 

 

OTHER ARTICLES
  • Manusia Menghasilkan Sesuatu yang Tidak Diinginkan

    Salah satu hal produktif yang seringkali kita lakukan adalah menghasilkan limbah; Mulai dari aktivitas...
    BACA LEBIH LANJUT
  • MENGENAL BANGUNAN SEDIMENTASI

    Pada sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), pada umumnya diperlukan bangunan pengendapan atau...
    BACA LEBIH LANJUT
  • Cara Pengolahan Limbah ( IPAL ) Dengan Teknik Sludge Drying Bed

    Pengolahan limbah yang beroperasi dengan baik pada umumnya memiliki kandungan lumpur cair keluaran dari...
    BACA LEBIH LANJUT

Solusi Pengolahan Air Limbah yang Inovatif

Memberikan layanan dengan standar Internasional untuk aplikasi lokal Anda sebagai penyedia solusi Pengolahan Air Limbah terkemuka di Indonesia.